BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Hiperplasia
prostat merupakan penyakit pada pria tua dan jarang ditemukan sebelum usia 40
tahun. Namun hiperplasia prostat akan ditemukan pada umur
sekitar 35 tahun, tetapi sesuai dengan perkembangan serta memulai gejala pada
umur 40 tahun. Prostat
normal pada pria mengalami peningkatan ukuran yang lambat dari
lahir sampai pubertas, waktu itu ada peningkatan cepat dalam ukuran, yang
kontinyu sampai usiaakhir 30-an. Pertengahan dasawarsa ke-5, prostat bisa
mengalami perubahan hiperplasi. Angka kejadian BPH sekitar 50% dialami oleh pria yang
berusia lebih dari 50 tahun. Resiko BPH akan meningkat
dengan seiringnya penambahan usia.
Pembesaran
prostat benigna atau lebih dikenal sebagai BPH sering diketemukan pada pria
yang menapak usia lanjut. Istilah BPH atau benign prostatic hyperplasia
sebenarnya merupakan istilah histopatologis, yaitu terdapat hiperplasia sel-sel
stroma dan sel-sel epitel kelenjar prostat. Hiperplasia prostat benigna ini
dapat dialami oleh sekitar 70% pria di atas usia 60 tahun. Angka ini akan
meningkat hingga 90% pada pria berusia di atas 80 tahun. Meskipun jarang
mengancam jiwa, BPH memberikan keluhan yang menjengkelkan dan mengganggu
aktivitas sehari-hari. Keadaan ini akibat dari pembesaran kelenjar prostat atau
benign prostate enlargement (BPE) yang menyebabkan terjadinya obstruksi pada
leher buli-buli dan uretra atau dikenal sebagai bladder outlet obstruction
(BOO). Obstruksi yang khusus disebabkan oleh pembesaran kelenjar prostat disebut sebagai benign prostate
obstruction (BPO). Obstruksi ini lama kelamaan dapat menimbulkan perubahan
struktur buli-buli maupun ginjal sehingga menyebabkan komplikasi pada saluran
kemih atas maupun bawah. Keluhan yang disampaikan oleh pasien BPH seringkali
berupa LUTS (lower urinary tract symptoms) yang terdiri atas gejala obstruksi
(voiding symptoms) maupun iritasi (storage symptoms) yang meliputi: frekuensi
miksi meningkat, urgensi, nokturia, pancaran miksi lemah dan sering
terputus-putus (intermitensi), dan merasa tidak puas sehabis miksi, dan tahap
selanjutnya terjadi retensi urine. Hubungan antara BPH dengan LUTS sangat
kompleks. Tidak semua pasien BPH mengeluhkan gangguan miksi dan sebaliknya
tidak semua keluhan miksi disebabkan oleh BPH. Banyak sekali faktor yang diduga
berperan dalam proliferasi/pertumbuhan jinak kelenjar prostat, tetapi pada
dasarnya BPH tumbuh pada pria yang menginjak usia tua dan masih mempunyai
testis yang masih berfungsi normal menghasilkan testosteron. Di samping itu
pengaruh hormon lain (estrogen, prolaktin), diet tertentu, mikrotrauma, dan
faktor-faktor lingkungan diduga berperan dalam proliferasi sel-sel kelenjar
prostat secara tidak langsung. Faktor-faktor tersebut mampu mempengaruhi
sel-sel prostat untuk mensintesis protein growth factor, yang selanjutnya
protein inilah yang berperan dalam memacu terjadinya proliferasi sel-sel
kelenjar prostat. Fakor-faktor yang mampu meningkatkan sintesis protein growth
factor dikenal sebagai faktor ekstrinsik sedangkan protein growth factor
dikenal sebagai faktor intrinsik yang menyebabkan hiperplasia kelenjar prostat.
Terapi yang akan diberikan pada pasien tergantung pada tingkat keluhan pasien,
komplikasi yang terjadi, sarana yang tersedia, dan pilihan pasien. Di berbagai
daerah di Indonesia kemampuan melakukan diagnosis dan modalitas terapi pasien
BPH tidak sama karena perbedaan fasilitas dan sumber daya manusia di tiap-tiap
daerah. Walaupun demikian dokter di daerah terpencilpun diharapkan dapat
menangani pasien BPH dengan sebaik-baiknya. Penyusunan guidelines di berbagai
negara maju ternyata berguna bagi para dokter maupun spesialis urologi dalam
menangani kasus BPH dengan benar.
B.
TUJUAN
1.
Tujuan Umum
Penulisan laporan seminar ini bertujuan agar
mahasiswa mampu melakukan asuhan kpereawatan pada pasien dengan BPH
2.
Tujuan Khusus
a.
Mahasiswa mampu mengetahui pengertian BPH
b.
Mahasiswa mampu mengetahui tanda dan gejala BPH
c.
Mahasiswa mampu mengetahui etiologi BPH
d.
Mahasiswa mampu mengetahui patofisiologi BPH
e.
Mahasiswa mampu mengetahui asuhan keperawatan pasien BPH
Untuk file lengkap silahkan download dibawah ya..
Untuk file lengkap silahkan download dibawah ya..

No comments:
Post a Comment